Friday, July 26, 2019

Platonic Love

Touching the platonic love, 
as I love you means I love the beauty of human beings in you
Sensing the platonic love, 
as I love you means I accept the good and bad in you
Sharing the platonic love in me, 
as I love you means a transformation of my tolerance into my appreciation  


Rasuna Said, July 26, 2019                           

Tuesday, July 23, 2019

12 Juli 2009

Menemukan arti kearifan pada dirimu,
langka, menakjubkan juga indah
berlangsung dan dipupuk tahunan lamanya,
Kamu, adalah cinta yang ingin aku getarkan
degup yang ingin terus kupacu
kilau yang tak ingin kupadamkan

padamu, jalan-jalan alternatif diciptakan,
pertalian insan pada sebuah kesejajaran,
saat mimpi tak perlu disatukan bila arah tidak sepadan,
Padamu, rentang waktu terasa lebih manis,
meski sendu menggelayut jiwa,
sesekali, aku tak berkeberatan
Ingatkah bentangan masa itu?

Sebuah ruang, untukku berlari bergerak sebebasnya,
membawa senyum juga gelak tawamu
sambil membayangkan raut tegar lelakimu
bahkan ketika kulihat yang lain perlahan berguguran
Terima kasih untuk kekuatan itu,
perjalanan bersama 10 tahun lamanya,
Terima kasih untuk kesabaran itu
untuk bertahan bersamaku,
dan mengijinkanku memiliki andil dalam hidupmu


Friday, May 17, 2019

Hujan yang Menghilangkan

Katakan saja kau bersedih,
pada hujan yang kau nanti
ia tak pernah kunjung datang,
meski mendung telah memberi kabar,
kilat tak menyangkal, menggelegar
kecewamu bergelut pada kebisuannya
sejuta tanya bersembunyi, menuntut jawab
karena tatapan sungguhlah nyata,
hanya rupa mudah terlupa, karena itu-itu saja
dan kau merasakan geram itu,
tetapi hujan belum lagi turun singgah
ia pikir daratanmu tidak begitu penting,
dan rimbamu cukuplah belantara
laut dan sungaimu masih punya banyak muara
Mungkin jiwamu saja yang terlalu gaduh,
ingin berlabuh pada yang rapuh,
melansir serangkaian prakiraan cuaca buta
tentang angin dingin, gelap, kabut, petir lalu
kau pikir pasti hujan datang,
tapi ia tak perlu datang,
ia masih ingin menari-nari diatas sana,
terkadang mengawang punya kesenangan
dan hatimu menjadi semakin kering
seperti haus di kerongkongan,
setiap ucap berubah terbata-bata
suaramu sudah parau,
terlalu lama tidak terdengar
dan kau pun sudah lama hilang




bilangan Jakarta Utara, 2018

Thursday, March 14, 2019

Sawang Sinawang

Memandang bulan separuh semangka,
bayan nan lugas,
merajai mega-mega
Indah
Berkancah bintang,
megah singgasana malam,
Cahaya bulan tempias temaram
tenang merayap,
mengirim pesan di mimpi dan angan
Ia setia,
menggaris waktu sebelum fajar
menakjubkan, sungguh

Ia menatap balik,
si biru padat, seisinya
warna pun liuknya,
benua, pulau, gunung, gurun,
samudera, hutan lalu lautan,
menilik cemburu
Bumi yang ditinggali manusia
bersama cintanya
Disihir
seharian penuh,
tanpa pangkal ujung

Sudah tersurat alam
semesta terus saling membelakak,
dalam benak penuh makna,
ilustrasi kehidupan

Aah, sawang sinawang!


Kemang, 13/3/20019



Sunday, October 14, 2018

I argue with you therefore I am

I want a man who doesn't always agree with me, also who doesn't adore me too much or who always say "yes" of what I've said and everything I did was correct on his eyes. So I will know and remember that 1 plus 1 is still 2 and I still believe it even when everybody on the wedding ceremonial said and convince me that 1 plus 1 is not 2 but it is 1, because the marriage united 2 person into 1. I apologize, I disagree.

Remembering Socrates on his point of view of marriage that on his marriage, he wants to find sparring partner who he can argue with and to make himself getting better as a human being while doing that. So am I.

And now, maybe I am a difficult person to have a conversation with or a difficult person who always try to seek the meaning of everything and it also makes me a least likely a loving person to live with.. but thank God I found you! Thank God it's you and and thank you for not giving it up on me. Well at least until now 😜



Friday, August 31, 2018

Sebentuk Gugusanmu

Aku mengguguskanmu dalam keluh kesah doaku
Pada Tuhanku, mungkin juga, mu
Tadi malam, saat langit gulita,
bintang-bintang sudah enggan bersinar
bulan tertunduk lesu di balik awan hitam

Dalam pejamku, kau seorang diri,
berharap ajal segera menjemput, namun tak pasti
atau kau ingin menghampirinya
sedikit terbersit, sedikit banyak ragu,

Aku menyebut namamu
sejelas lafal setiap kau sebut namaku
merajam serangkaian bingkai-bingkai peristiwa
terpatri di denyut nadiku, mungkin juga, mu
Munculnya sewaktu-waktu saja
Kala gelombang kehidupan menerpa derai tawa
Rasa melayang ke masa yang sudah tak bernyawa

Aku mengguguskanmu dalam hening senjaku,
yang mengering demi lajunya waktu
saat mimpi tanpa sisa, tanpa rupa, tinggal dikenang
terkadang terpatri dalam terciptanya cerita baru
Perlahan bergulir penuh rahasia ditelan usia menua,
tanpa tersingkap




Agustusku berakhir 31, 2018 


Saturday, July 28, 2018

If you walk without rhythm, huh, you'll never learn

Ini pengalaman mengelitik.
Niat setulus hati mau mencoba join kelas aerobik, pas daftar ealaaah lupa bawa sepatu dan kaos kakinya, apa-apaaan??! Maklum kalau yoga cuma perlu bawa baju + celana, matras cukup dititip di studio jadi gak perlu bolak balik dibawa. Mesam mesesem malu sendiri di depan mba adminnya yang sedikit bengong pas saya nyeletuk lupa bawa sepatu 😅😅. Mungkin dalam hati dia, ini mbaknya sehat atau engga yah? Alhasil balik lagi ke rumah soalnya udah bulat banget tekadnya, lagi pula sekalian nungguin anak les berenang 🏊.

Setelah balik, ternyata udah mulai, tepat waktu sesuai jadwal. Busyettt begitu saya masuk ruangan berasa masuk club ala-ala di kota 🎆🎇, ampuuunn hihihi.. Bedanya cuma yang ini terang benderang plus isinya ibu-ibu semua. Lagi-lagi saya senyum-senyum geli sendiri karena tidak terbiasa. Agak kewalahan juga ngikutin instrukturnya, secara gak biasa dengan olahraga yang hingar bingar dimana semua gerakan kombinasi kepala, bahu, tangan, pinggul sampai kaki dilatih dengan iringan lagu tempo grasa-grusu (istilah saya sih),  yang hampir sebagian lagunya remix, lagu pop remix, dangdut yang diremix, semua jenis genre lagu dipaksa buat punya ritme cepat, berulang dan segera (khas remix). Kalau perlu lagu anak-anak, diremix juka kali. Terus lirik-lirik yang diulang-ulang gitu 😱😱. Puisi enak kalau ada pengulangan kata, kalau ini kok saya jadi ngikik-ngikik sendiri dalam hati yah? Kelabakan sama step-stepnya, kalau kelihatan dari luar area pasti saya di-black list, secara ini orang rusuh banget bikin formasi gak cantik. Meski jadi senyam senyum sendiri ternyata aerobik seru juga. Ibu-ibunya udah pada canggih gerakannya padahal ibarat mobil saya lari 40km/jam mereka udah 100km/jam, bahkan yang umurnya mid 50! Padahal umur kalah jauh. Hebringlaaah mereka!

Overall saya enjoy dan gak kapok dateng lagi buat semakin memperbaiki gerakan, secara jarang-jarang punya kesempatan goyang pake lagu Syantik atau Goyang Nasi Padang 👯👯 dan mungkin di lain waktu punya kesempatan buat ngobrol sama ibu-ibu itu. Saya pikir saya sedang butuh suasana baru, wajah-wajah baru, cerita dan pelajaran baru. Well seperti di lirik lagu Weapon of Choice-nya uncle Fat Boy Slim, "if you walk without rhythm, huh, you'll never learn" I think it's true!! Masih banyak hal-hal remeh yang menarik dan mungkin bisa saya pelajari. Saya sedang sedikit bosan dengan yang canggih-canggih dan intelek keseharian yang kadang juga (sedikit) memuakan.

#doyouaerobik
#merekabilangyogabikingantuk
#somethingnew
#salamolahraga